counter

Test Drive Hyundai Grand i10 | azltron.com

Keuntungan

Relief di ruang depan, penanganan, bentuk yang menarik

Kekurangan

Harga, ruang kaki belakang sempit

Kondisi Tes

Waktu: 02-Mei-2015 02:05
Permukaan Jalan: Aspal
Cuaca cerah
Beban Penumpang: 110 Kg
Bahan bakar: 50%
Tekanan Ban Depan: 32 psi
Tekanan Ban Belakang: 32 psi
Suhu udara: 29 ° C

Di awal tahun 2000, Hyundai meluncurkan i10, city car kecil dengan space terbatas, cocok untuk bepergian dalam kota dengan konsumsi bahan bakar yang irit. Bersaing dengan tunggangan serupa dari merek Korea Selatan lainnya bahkan Jepang.

Hyundai kemudian menghentikan penjualan i10 pada 2012. Kini telah muncul kembali dengan model baru bernama Grand i10. Sesuai dengan namanya, Grand i10 memiliki dimensi yang lebih besar dari versi lamanya, sehingga seolah-olah ‘pindah kelas’ ke low hatchback. Jelas para kompetitor bukan lagi ‘sepupu’ alias KIA, melainkan sudah beralih ke Nissan March, Honda Brio, dan Daihatsu Sirion. Tidak hanya bodinya yang lebih besar, kapasitas mesinnya juga semakin besar, dari 1.086 cc, kini menggunakan mesin L1.2, 1.248 cc, 16 katup D-CVVT yang lebih bertenaga.

Rancangan

Hal yang jauh berbeda dengan pendahulunya, desain Grand i10 tidak lagi terkesan kaku dan sangat ‘Korea Selatan’ dengan berbagai ciri khas. Lekukan dan sudutnya seperti mobil yang beredar di Eropa. Bentuk lampu belakang mempertegas kesan desain khas Eropa. Tentu hal ini karena Peter Schreyer, Head of Designer, Hyundai Motor, mantan desainer Audi dan Volkswagen, sangat mempengaruhi desain mobil Negeri Ginseng ini.

BACA JUGA  Selain Harley Davidson, LiveWire Prime Electric Motorcycles Diluncurkan pada Juli | azltron.com

Performa dan Penanganan

Dengan bodi yang lebih besar namun dengan kapasitas mesin yang ditingkatkan, Hyundai Grand i10 bisa dibilang cukup bertenaga untuk dijalankan. Kontrolnya bagus, saat bermanuver kencang masih terasa stabil. Meski ada yang kurang wajar merasakan gerakan kosong yang berlebihan saat setir dibelokkan sedikit ke kiri dan ke kanan.

Namun jika menyangkut traksi, Grand i10 tetap mampu memenuhi keinginan pengemudi untuk ‘bermain’ dengan transmisi otomatis 4 percepatan yang dilengkapi dengan shiftronik. Untuk berakselerasi dari diam hingga 100 km / jam, dibutuhkan waktu 14 detik. Dengan catatan, bobot penguji adalah 110 kg. Ini lebih cepat dari Brio otomatis 1.2.

Konsumsi bahan bakar

Desain serba pada Grand i10 tidak hanya membuatnya lebih menarik. Alasan nilai aerodinamika harus menjadi salah satu dasar. Pasalnya, selain efisiensi dari segi mekanik, sisi mulus yang mengurangi hambatan angin juga berkontribusi pada konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Hyundai Grand i10 mengkonsumsi bensin oktan 92, konsumsi bahan bakar rata-rata 12,0 km / l di dalam kota, sedangkan di jalan raya mudah mencapai 17 km / l.

Kepraktisan

Cukup lumayan tingkat kepraktisan dari Hyundai Grand i10 ini. Lima pemegang cangkir untuk semua penumpang tersedia di konsol tengah dan di trim pintu. Mengangkut barang yang agak besar bisa ditampung dengan sandaran jok belakang mudah dilipat. Kotak sarung tangan hanya satu tapi ukurannya cukup lebar.

BACA JUGA  Orang ini membuat mobil sport dari tanah liat, bentuknya mengejutkan | azltron.com

Fitur dan Teknologi

Fitur-fiturnya cukup bersaing dengan para pesaingnya. Bahkan di kelas atasnya pun, Hyundai Grand i10 masih ‘setara’. MID menampilkan beberapa informasi untuk pengemudi, serta airbag di roda kemudi, rem ABS, head unit dengan layar sentuh, serta smart key dengan immobilizer. Transmisi otomatis dengan shiftronic juga memberikan kenikmatan berkendara pada mobil ini.

Kenyamanan dan Akomodasi

Ergonomi Hyundai Grand i10 bisa jadi nilai tambah. Setiap orang yang duduk di dalamnya mendapatkan kenyamanan yang sama, baik di depan maupun di belakang. Terdapat 5 sandaran kepala untuk setiap orang, seperti sabuk pengaman yang jumlahnya juga sama. Ketinggian kursi pengemudi dapat diatur dengan mudah, sehingga pengemudi bertubuh mungil pun dapat dengan mudah berkendara di Grand i10.

Mengemudi Tayangan

Kelincahan dan kemudahan parkir tampak menonjol dengan Hyundai Grand i10 ini. Kemudi akan sangat ringan saat parkir, namun akan terasa berat saat berkendara di atas 30 km / jam. Hal tersebut tentunya diatur oleh sebuah sensor yang bekerja dengan Electric Power Steering (EPS). Meski tarikan mesinnya cukup responsif, terkadang suara di kecepatan tinggi agak mengganggu telinga. Namun jika hanya sekedar rute dalam kota atau cruising di jalan raya, suaranya tidak terlalu terdengar hingga ke dalam kabin. Fitur shiftronic memang menyenangkan, meski harus memahami jeda antara tuas yang digerakkan dan perpindahan gigi di gearbox.

BACA JUGA  Telkomsel menambah investasi USD300 juta ke Gojek | azltron.com

Varian Lainnya

Hyundai Grand i10 hanya tersedia dalam varian GLS manual dan otomatis.

Rival lainnya

Saingan terdekatnya adalah sepupu Korea Selatannya, KIA New Picanto, yang harganya hampir sama dengan Hyundai Grand i10. Sementara dari Jepang, Nissan March 1.2 dan Honda Brio Satya bersaing dengan harga yang lebih murah.

Kesimpulan

Jika Anda bersedia menghabiskan lebih dari saingan sekelas Anda. Hyundai Grand i10 memberikan kenyamanan dan fitur yang cukup lengkap. Wahana ini cocok digunakan di dalam kota, bermanuver lincah dan mudah untuk parkir. Sedangkan untuk perjalanan ke luar kota masih bisa diandalkan. Perasaan kurang alami pada setir akan mengecewakan pengemudi yang antusias. Tapi bukan masalah bagi kebanyakan orang

Data dan Spesifikasi Uji Hyundai Grand i10
(2015)

Untuk melihat data pengujian kami pada mobil ini, silahkan pilih varian yang diinginkan:

Varian Spesifikasi Harga
  • Mesin: 4 Silinder, 1248 cc
  • Transmisi: manual 5 percepatan
  • Berkendara: Penggerak Roda Depan
  • 0-100 km / jam: 12,80 detik

Rp 175.500.000

  • Mesin: 4 Silinder, 1248 cc
  • Transmisi: Otomatis 4 percepatan
  • Berkendara: Penggerak Roda Depan
  • 0-100 km / jam: 14,00 detik

Rp. 184.500.000



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *